Langsung ke konten utama

LINGKUNGAN DAN KIMIA

 


LINGKUNGAN DAN KIMIA

Halo sobat chemist! Menurut kamu kenapa sih sekarang marak terjadi pencemaran lingkungan? Apakah semua kegiatan makhluk hidup berdampak pada lingkungan? Apa korelasi lingkungan dan kimia? Melalui artikel ini aku akan mengajak kamu menjelajahi beberapa perubahan lingkungan dan peran kimia didalamnya.


Lingkungan dan kimia merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan hubungan kompleksnya dengan alam semesta ini. Sebagai makhluk hidup yang menempati Bumi, kita terjebak dalam jaringan yang rapat antara lingkungan di sekitar kita dan proses kimia yang terjadi di dalamnya. Setiap perlakuan makhluk hidup memiliki dampak pada lingkungan dalam berbagai tingkatan. Setiap tindakan yang dilakukan oleh makhluk hidup, baik manusia, hewan hingga tumbuhan memiliki potensi untuk mempengaruhi lingkungan sekitarnya. 

Melalui proses fotosintesis, tumbuhan mengambil karbon dioksida dari udara dan menghasilkan oksigen yang dapat mempengaruhi kualitas udara dan iklim. Namun, apakah tumbuhan tidak memerlukan oksigen? Yap, walau tumbuhan menghasilkan oksigen selama fotosintesis, mereka juga memerlukan oksigen untuk respirasi mereka sendiri. Respirasi memastikan bahwa tumbuhan memperoleh energi yang diperlukan untuk pertumbuhan, perbaikan sel, dan berbagai proses metabolisme lainnya. Tumbuhan juga memiliki peran penting dalam menjaga kualitas tanah dan melindungi dari erosi dengan menyediakan nutrisi. Keberadaan tumbuhan yang sehat dan beragam sangat penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem dan keberlanjutan lingkungan.

Di sisi lain, hewan dapat mempengaruhi ekosistem dengan berbagai cara. Sebagai pemakan, predator, atau dekomposer, mereka mempengaruhi kelimpahan dan keragaman spesies lain dalam rantai makanan. Selain itu, aktivitas hewan seperti pembuangan limbah, gerakan tanah, dan polinasi dapat mempengaruhi siklus nutrisi dan penyebaran tanaman. 

Manusia adalah makhluk hidup yang memiliki dampak yang signifikan pada lingkungan. Kegiatan manusia, seperti pertanian, industri, transportasi, dan penggunaan energi, secara langsung atau tidak langsung mempengaruhi lingkungan. Contohnya, penggunaan bahan bakar fosil menghasilkan emisi gas rumah kaca yang menyebabkan perubahan iklim, dan pembuangan limbah industri dapat pula mencemari air dan tanah.

Penting bagi kita sebagai makhluk hidup untuk menyadari dan mempertimbangkan dampak lingkungan dari tindakan kita. Dengan kesadaran dan tindakan yang bertanggung jawab, kita dapat berkontribusi untuk menjaga dan memulihkan keseimbangan lingkungan yang penting bagi keberlanjutan hidup kita dan kehidupan generasi mendatang.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

PENGARUH DEPOSISI ASAM TERHADAP EKOSISTEM PERAIRAN

  PENGARUH DEPOSISI ASAM TERHADAP EKOSISTEM PERAIRAN Halo sobat Chemist! Setelah menyimak artikel sebelumnya yang berjudul Deposisi Asam dan Ekosistem Perairan, kini Aku akan mengajak Kalian untuk menganalisis fakta yang sudah dipaparkan. Untuk membuktikan fakta berikut, maka pada kali ini praktikan melakukan percobaan dengan menggunakan ikan kecil dan air tawar yang diberi pengaruh asam menggunakan asam sulfat (H 2 SO 4 ). Asam sulfat adalah asam mineral (anorganik) yang kuat dan dapat larut dalam air pada semua perbandingan. Asam sulfat dapat menurunkan pH air dan membuatnya menjadi lebih asam. Alat yang digunakan pada percobaan berikut antara lain : Gelas Plastik pH meter Sedangkan bahan yang digunakan pada percobaan antara lain :   Air tanah 5 ekor ikan tawar/ikan hias Larutan Asam sulfat 0,1 M Langkah-langkah kerja : Siapkan 5 gelas plastik bekas air mineral dan berilah kode 1, 2, 3, 4 dan 5. Isi semua gelas plastik 1. dengan 200 mL air tanah. Tambahkan 3 tete...

DEPOSISI ASAM DAN EKOSISTEM PERAIRAN

DEPOSISI ASAM DAN EKOSISTEM PERAIRAN Deposisi asam adalah proses di mana gas-gas seperti sulfur dioksida (SO2) dan nitrogen oksida (NOx) dilepaskan ke atmosfer dan kemudian diangkut oleh angin dan arus udara. Kedua sumber utama deposisi asam tersebut dibebaskan ke atmosfer melalui pembakaran bahan bakar fosil. Oksida-oksida ini ditransformasi menjadi asam sulfat dan asam nitrat melalui serangkaian reaksi kompleks dan dihilangkan dari atmosfer ke permukaan bumi melalui proses deposisi basah seperti hujan, salju dan kabut serta deposisi kering seperti gas dan aerosol.  Hujan asam istilah deposisi atmosfer yang mengandung senyawa asam yang turun ke bumi dalam bentuk hujan, salju, partikulat, gas dan uap yang memberikan dampak negatif pada bumi. Partikel-partikel asam yang turun melalui proses deposisi kering dan hujan asam dapat masuk dalam tanah atau menempel pada rumput, pohon, daun, bangunan serta dapat merusak sistem pernapasan manusia. Adapun dampak deposisi asam terhadap ekosist...